
Bak ajang balapan, perlombaan elektabilitas capres Prabowo Subianto dan Joko Widodo berlangsung seru. Menyambut turunnya elektabilitas Jokowi di DKI, PDIP bakal tancap gas dalam-dalam pada pekan-pekan terakhir jelang 'garis finish' Pilpres 2014.
"Betul (elektabilitas Jokowi di DKI turun-red), selama ini masih ditopang oleh relawan-relawan," kata Juru Bicara PDIP Eva Kusuma Sundari saat dihubungi, Senin (16/6/2014).
Strategi tancap gas di tikungan-tikungan dan lintasan terakhir bakal diterapkan kubu Jokowi. 'Dapur pacu' yang disusun partai-partai koalisi bakal digeber habis-habisan agar elektabilitas Jokowi bisa melejit mengungguli rivalnya.
"Dalam minggu-minggu terakhir ini, parpol-parpol pengusung digerakkan untuk full speed sebagai tenaga cadangan," kata Eva.
'Tenaga cadangan' itu diharapkan PDIP bisa membuat efek 'boost' pada laju elektabilitas Jokowi. Jarak antara Jokowi dan Prabowo, yang selama ini dikalkulasi oleh sejumlah survei sudah kian memendek, akan diperlebar oleh tim Jokowi, agar mantan Walikota Surakarta itu bisa juara.
"Kita berharap tenaga baru dari parpol akan kembali memperlebar jarak kemenangan untuk Jokowi kembali," kata Eva.
Eva menerangkan, tenaga baru itu tersusun atas caleg-caleg partai koalisi. Mereka, dinilainya, masih belum menggerakkan relawan-relawan di daerah basisnya.
"Kedua, sinergi antar partai belum berjalan untuk menggarap teritori masing-masing, sehingga potensi-potensi perolehan suara belum maksimal. Jika mesin parpol bergerak maka dampaknya bisa positif terhadap elektabilitas Jokowi," tutur Eva menerangkan soal mesin parpol.
sumber : detik.com
0 Response